PPI Pomako Harus Bisa Datangkan PAD Bagi Daerah

share on:

“Puluhan bahkan ratusan kapal nelayan setiap saat melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan mereka, sehingga saya yakin mereka pasti ada membayar retribusi atau biaya tambahan dan lain sebagainya. Tentunya kalau ini dikelola dan diawasi secara baik pasti mendatangkan pendapatan bagi Kabupaten Mimika”

Timika, HP

Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, yang telah menghabiskan uang negara yang berumber dari APBD Provinsi maupun APBD Mimika senilai Rp26 miliar lebih, seharusnya sudah bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah melalui sektor perikanan dan kelautan.

“Dengan dana yang begitu besar untuk membangun PPI dan saat ini sudah berfungsi harusnya bisa mendapatkan PAD bagi Kabupaten Mimika. Kalau dikelola secara baik saya yakin potensi pendapatan bisa meningkat untuk daerah. Karena kapal dan motor-motor ikan ramai berlabuh di PPI dan potensi untuk mendatangkan hasil sangat signifikan,” tegas Wakil Ketua I DPRD Mimika, Yonas Magal saat memimpin rombongan komisi gabungan DPRD Mimika untuk melakukan kinjungan kerja Inspeksi Mendadak (sidak) ke PPI Poumako, Jumat (17/11) pekan lalu.

Yonas menjelaskan, setelah berbincang dengan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK), hasil laut berupa ikan baik dari hasil tangkapan maupun pengiriman dari pulau Jawa semua titik bongkarnya di PPI, sehingga potensi mendatangkan hasil bagi daerah sangat menjanjikan.

“Puluhan bahkan ratusan kapal setiap saat melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan mereka, sehingga saya yakin mereka pasti ada membayar retribusi atau biaya tambahan dan lain sebagainya. Tentunya kalau ini dikelola dan diawasi secara baik pasti mendatangkan pendapatan bagi Kabupaten Mimika,” ungkapnya.

Anggota Komisi C pada DPRD Mimika, Yohanis Wantik mengatakan, jika PPI Pomako sudah ramai dengan aktivitas bongkar muat hasil laut dan itu sangat berpotensi sebagai salah satu PAD untuk mendongkrak APBD Mimika.

“Ini menjadi pusat aktivitas ekonomi bidang perikanan. Selain sebagai tempat pendaratan ikan,  pengusaha kapal ikan juga memanfaatkan sebagai tempat bongkar muat. Kami berharap dinas perikanan dan kelautan dapat mengelola dan mengatur regulasinya secara baik dengan membuat Perda. Saya yakin ini sumber pendapatan yang sangat berpotensi mendatangkan keuntungan,” kata Wantik.

Seorang ABK yang tak mau identitasnya dikorankan mengakui jika setiap hari aktivitas kapal atau motor dari hasil melaut hampir sebagian memanfaatkan PPI Pomako.

“Jadi, kalau benar-benar diawasi secara baik pasti ada pemasukan bagi daerah ini,” ungkapnya.

Dari pantauan awak meda ini, ratusan kapal sedang berada di sekitar PPI dan sebagian kapal-kapal besar dengan alat penangkap ikan yang modern dari luar Papua sedang melaksanakan aktivitas membongkar hasil tangkapannya untuk dibawa ke Kota Timika. (opa).

share on:

Leave a Response