PTFI Kirim Tim EPR ke Lombok

share on:

Timika, HP

Bentuk wujud  kepedulian PT Freepor Indonesia (PTFI ) terhadap sesama yang tertimpa bencana  gempa bumi  dengan mengirim delapan orang  Tim Emergency Preparedness & Response (EPR) ke Lombok,  NTB, Selasa (7/8) melalui bandara Mozes Kilangin menggunakan penerbangan komersial.

Tim EPR PTFI  beranggotakan tiga orang spesialis penyelamatan,  satu orang dokter dan dua orang perawat.  Setelah tiba di Lombok,  Tim EPS akan bergabung dengan tim lainnya di bawah koordinasi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral  Republik Indonesia (ESDM RI).

“Keberangkatan tim ini ke Lombok merupakan kepedulian PTFI atas kejadian gempa bumi hebat di sana. Kami harapkan dengan tim ini bisa dapat membantu proses penyelamatan dan evakuasi saudara-saudara kita di Lombok yang saat ini sedang memerlukan bantuan,” kata  Superintendent Emergency Preparedness and Response PTFI,  Syahrir Muin kepada wartawan di Bandara Mozes Kilangin.

Syahrir mengatakan, keberangkatan tim ini akan membawa peralatan diantaranya  peralatan rescue,  medikal,  alat mengangkat beban, left detector untuk mengetes apakah dalam reruntuhan bangunan masih ada korban yang hidup.

Syahrir mengakui,  sesuai  informasi yang mereka peroleh di lapangan  masih ada beberapa orang yang terjebak.  Diharapkan dengan alat deteksi ini bisa membantu dan menggunakannnya dengan maksimal untuk pencarian dan evakuasi korban di sana nanti.

“Di Lombok, tim EPR PTFI akan bergabung dengan tim lainnya di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Rencananya, kami akan berada di lokasi bencana selama 1-2 minggu, atau menyesuaikan dengan kebutuhan dan arahan tim tanggap bencana KESDM di Lombok nanti,”jelas  Syahrir.

Sedangkan,  untuk obat-obatan yang  mereka bawa seperti,  obat pendarahan, vitamin energy, dan masih banyak lagi dan logistiknya kurang lebih 500-1.000 kilo meter.  Tahap pertama yang dibawa adalah 500 kilo.

Diketahui Tim Tanggap  Bencana Kementrian ESDM ini mulai terlibat dalam penanganan bencana berskala nasional sejak kejadian gempa di Jogjakarta, terbentuknya tim bencana kementrian ESDM ini tahun 2005 setelah pertemuan IFRC ke 9 di PTFI.

Selama ini tim telah turut terlibat dalam membantu proses evakuasi di lokasi bencana alam lainnya seperti  Padang, Wasior,  dan beberapa lokasi bencana letusan gunung berapi di Indonesia.

“Kendala kami nanti di sana (Lombok) hanya soal bahasa saja.  Tetapi  kami sudah koordinasi dengan tim di Lombok kalau sudah ada yang akan membantu kami nanti jika kami kesulitan berbahasa bahasa mereka di sana,”terang Syahrir. (reg)

share on:

Leave a Response