Puluhan Guru Honorer Datangi Rumah Bendahara Dispendasbud

share on:

Timika, HP

Puluhan guru – guru Honorer yang ┬ámelakukan pemalangan di jalan Cenderawasih depan kantor DPRD Mimika kemarin, mendatangi rumah Bendahara Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika Dina di jalan Kartini ujung, Selasa (19/12).

Kedatangan para guru ini untuk menanyakan kejelasan hak mereka yakni insentif guru yang belum juga dibayarkan.

Menurut salah satu guru mereka mendatangi rumah bendahara Dipendasbud karena selama ini bendahara tidak ada dikantor dan selama ini diketahui aktivitas kantor yang berhubungan dengan keuangan dilakukan dirumah bendahara tersebut.

“Kami datang hanya untuk bertanya kepada ibu apakah masih ada uang atau jika tidak ada uang tersebut dipake apa dan alurnya kemana. Kami datang untuk bicara baik-baik bukan untuk menyakiti ibu kita tidak akan bikin kacau dirumah ini kita hanya mau bicara baik-baik. Kami tau selama ini rumah ibu dina ini dijadikan kantor kedua Kepala Dinas dan para pegawai lainnya melakukan aktifatas kantor disini,”teriak salah guru honorer.

Dari pantauan harian papua puluhan guru berkumpul dihalaman teras rumah bendahara Dispendasbud tersebut. menurut penjelasan para guru ketika mereka datang bendahara tersebut ada duduk diteras rumah. Ketika melihat kedatangan para guru honorer bendahara kemudian masuk kerumah dan nengunci pintu rumah. Hingga aparat kepolisian datang bendahara tidak mau keluar untuk menemui para guru

“Awalnya saya yang masuk duluan untuk bicara baik-baik dengan cara yang sopan dan saya mengatakan ibu saya dari guru-guru, tapi ibu dina buru-buru masuk rumah dan menguci pintu dan tidak keluar keluar lagi menemui saya. Kenapa harus takut kami datang baik-baik kok, kalau takut berarti ada apa-apa toh,”tutur salah satu guru yang pertama kali datang menemui Bendahara Dispendasbud tersebut.

Tidak lama kemudian Kapolsek Miru AKP Fritz Erari yang juga datang menemui para guru honorer . Kapolsek meminta kepada para guru honorer untuk membubarkan diri dan melakukan aksi dengan melakukan pendekatan persuasif atau dengan cara yang tidak mengganggu orang lain.

“Saya minta tolonglah jangan seperti ini mari kita bicarakan baik-baik, jika seperti ini maka penduduk disini akan terganggu dengan aksi yang kalian lakukan,”ucap Erari kepada para guru honor.

Mendengar arahan dari Kapolsek Miru para guru tidak mau membubarkan diri dan tetap menunggu sampai Bendahara Dispendasbud tersebut keluar dari rumah. Bahkan pihak guru akan meminta ijin kepada Ketua RT setempat dan pihak parat kepolisian untuk mendobrak pintu rumah Bendahara Dispendasbud tersebut.

“Kami tidak akan pergi sebelum ibu bendahara keluar dari rumah kami akan tunggu sampai keluar. Kami bukan untuk berbuat onar kami hanya ingin bertanya dan bicara baik-baik,”ungkap salah satu guru.(reg/sel)

share on:

Leave a Response