Putera-puteri Papua Bisa Kelola Tambang Freeport

share on:
Kerry Yarangga /FOTO:MELKY JAPEKY/HP

Manokwari, HP

Manager External & Media Relation Depat Corporate Coomunications PT Freeport Indonesia (PTFI), Kerry Yarangga mengatakan, sumber daya manusia (SDM) putera-puteri asal Papua saat ini sudah sangat bisa bekerja mengelola industri pertambangan PTFI.

Pasalnya, informasi soal pertambangan dan berbagai program yang dibuat PTFI melalui goes to campus telah memperkenalkan bagaimana kompetensi yang dibutuhkan di dunia pertambangan.

“Dan per hari ini saya bisa pastikan bahwa putera-puteri Papua siap untuk mengikuti kompetensi-kompetensi di dunia tambang. Jadi, apa yang dilaksanakan adalah bagaimana menjembatani kesipan putera-puteri Papua agar lebih matang bekerja di dunia tambang,” kata Kerry saat ditemui wartawan di Manokwari, Sabu (10/10).

Kerry mengatakan, saat ini PTFI mempekerjakan 29.000 karyawan dan 40 persennya merupakan orang asli Papua. Adapun jabatan vice president sekitar delapan orang, jabatan manager lebih dari 20 orang, selebihnya jabatan struktural dan fungsional tertentu merupakan orang Papua.

“Jadi, saya kira sudah bukan alasan lagi bagi kita untuk mengatakan tidak mampu atau tidak siap. Yang menjadi persoalan hari ini adalah kemudian bagaimana itu dijembatani dan dimantapkan kembali,” ungkapnya.

Adapun sistem perekrutan yang nanti dilaksanakan terhadap orang asli Papua adalah menggunakan

kompetensi yang berkesan tentang bagaimana membaca situasi analytical thinking, leadership, sustomer safety dan sebagainya. Namun, semua kompetensi tersebut akan terlihat pada saat proses seleksi atau tes di laksanakan.

“Cuman ada satu yang menarik dalam proses seleksi nanti adalah menggunakan konteks lokal yang dibuat dalam sebua soal supaya (putera-puteri) Papua bisa membaca, tapi tujuannya sama yaitu mengukur keterampilan generik dan kemampuan verbal, tetapi dibawa ke konteks lokal,” pungkasnya. (mel) 

share on:

Leave a Response