Realisasi Kegiatan OPD Capai 80 Persen

share on:

Timika, HP

Realisasi kegiatan yang dijalankan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Mimika tahun anggaran (TA) 2019 rata-rata sudah mencapai 80 persen. Progres tersebut disampaikan oleh masing-masing OPD dalam rapat evaluasi hasil pekerjaan kegiatan TA 2019 yang dipimpin langsung Bupati Mimika Eltinus Omaleng SH MH di Pendopo Rumah Ngara, SP3, Selasa (3/12).

“Dari pemaparan masing-masing OPD, progres pekerjaan mereka rata-rata sudah mencapai diatas 80 persen semua. Sementara untuk keuangan (penyerapan) sudah diatas 50 persenlah,” ungkap Sekda Mimika Marthen Paiding usai menutup rapat evaluasi.

Sekda mengatakan optimistis bisa mengejar ketertinggalan 20 persen, mengingat waktu sudah memasuki akhir tahun. Sedangkan untuk pekerjaan fisik, sebut Sekda, tergantung jenis pekerjaan dan diharapkan sebelum akhir TA 2019 bisa selesai dan tuntas.

“Kalau realisasi keuangan sudah pasti satu minggu pun bisa jadi. Tapi kalau fisik, itu bervariasi tergantung pada kegiatannya, seperti kegiatan strategis kita lihat dilapangan sudah berjalan baik,” jelasnya.

Untuk bidang pendapatan yang menjadi tugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Sekda Marthen berharap banyak pemasukan yang ditransfer pada akhir tahun. Pasalnya, dari pengalaman tahun kemarin banyak anggaran daerah yang masuk ke rekening Pemkab Mimika pada akhir tahun. Dengan demikian, untuk pendapatan diharapkan bisa sesuai dengan target.

“Bisasanya pada Desember ini baru mulai pendapatan itu dikirim terus, kadang sampai tanggal 30-31 Desember itu juga masih ada masuk dikirim. Harapannya kekurangan 30 persen untuk pendapatan itu pada akhir tahun bisa masuk semua,” ucapnya.

Terkait pekerjaan penunjang PON 2020, Marthen menyebut, tidak ada ketertinggalan terkait progres pekerjaan yang sudah berjalan. Selain itu, apabila OPD teknis bisa memproses pelelangan untuk TA 2020 pada Desember ini, maka kegiatan sudah bisa berjalan pada Januari 2020. “Kita belum kehilangan momen kok, yang kehilangan momen itu mungkin yang pekerjaan multiyears tidak jalan,” ungkapnya.

Sekda Marthen menambahkan, untuk anggaran daerah tidak mungkin terjadi defisit seperti tahun kemarin. Menurutnya, selagi tidak ada perubahan regulasi, defisit tidak akan terjadi, ditambah lagi sudah diperhitungkan dan semuanya dalam posisi aman. “Mudah-mudahan tidak ada, kecuali ada perubahan regulasi, pasti kita deficit, tetapi sepanjang kita prediksi dan potensi sudah dihitung, ya kita masih aman,” jelasnya. (reg)

 

share on:

Leave a Response