Salat Idul Adha di Lapangan Timika Indah, Agussalim : Islam Mengutuk Sikap Takabur

share on:
IDUL ADHA - Salat Idul Adha di Lapangan Timika Indah, Minggu (11/8) Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Pelaksanaan salat Idul Adha 10 Dzulhijjah yang jatuh pada Minggu (11/8) dilaksanakan di 65 lokasi di Kabupaten Mimika Mimika. Salah satunya dilaksanakan di Lapangan Timika Indah.

Pantauan Harian Papua, salat Idul Adha berlangsung penuh kekhusyuan meskipun dalan cuaca mendung. Shalat Idul Adha dipimpin Imam Ustadz Gus Mursyid SQ Al Hafidz. Sementara kotbah Idul Adha disampaikan oleh Khotib H Agussalim Abubakar.

Calam kotbahnya H Agussalim Abubakar menyampaikan bahwa  Islam bukan hanya mengajarkan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah, tetapi juga mengutuk sikap takabur yakni sikap mental yang melebihkan satu kelompok manusia atas kelompok yang lain, merasa berderajat lebih tinggi dari manusia lain karena keturunan, kekuasaan, pengetahuan dan kecantikan.

“Akan dihimpun orang yang sewenang-wenang, takabur pada hari kiamat sebagai butir-butir debu. Mereka akan diinjak-injak oleh manusia karena sangat hinanya di sisi Allah SWT. Ibadah Qurban mencerminkan pesan ‘Kita hanya dapat dekat dengan Allah, bila kita mendekati saudara-saudara kita yang kekurangan,”jelasnya.

Menurutnya, Islam menganjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengisi perut-perut yang kosong. Ketika Nabi Musa bertanya : ‘Ya Allah, dimanakah aku harus mencari-Mu?’ Allah menjawab : ‘Carilah aku ditengah-tengah orang yang hatinya hancur.’

“Dalam hadits Qudtsi diriwayatkan bahwa pada hari kiamat Allah akan mendakwa hamba-hamba-Nya atas perbuatan mereka. Berilah makanan kepada yang lapar, pakaian kepada yang telanjang dan obat kepada yang sakit. Karena ketika semua itu dilakukan maka Allah akan hadir disitu,” ungkapnya.

Ia mengatakan semua harus dijalani dengan niat yang ikhlas karena semata-mata untuk Allah dan berbuat banyak untuk kepentingan bersama. Semangat berkorban tidak mungkin ada kalau harta kekayaan dianggap menjadi miliknya sendiri, dan kekayaan tidak mungkin akan datang kalau tidak diusahakan.

“Musuh yang harus kita lawan adalah kebodohan, kemiskinan dan kerusakan moral yang dapat mengantarkan kekufuran dan dapat menghidupsuburkan komunisme,” ujarnya.

Ketua Panitia Hari Besar Islam/PHBI Kabupaten Mimika Laitam Gredenggo melaporkan jumlah hewan kurban yang disembelih pada perayaan Idul Adha tahun ini berjumlah 594 yang terdiri dari sapi sebanyak 323 ekor dan kambing 271 ekor.

Hewan kurban tersebut disebar ke setiap masjid dan yayasan untuk disembelih guna dibagikan kepada umat Islam dan warga sekitar.

Laitam mengatakan seluruh hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan umat Islam dan tahun ini Pemkab Mimika sama sekali tidak memberikan sumbangan hewan kurban. “Tahun ini tidak ada bantuan hewan qurban dari pemerintah daerah, seluruhnya berasal dari umat,” kata Laitam. (reg)

share on:

Leave a Response