Satpol PP Mulai Bongkar Bangunan Sekitar Bundaran SP 2

share on:
Tampak ruko tiga lantai yang akan dibongkar oleh satpol PP karena terkena penggusuran pelebaran jalan disekitar bundaran SP 2/ Foto : Ryeno Guritno/HP

Timika, HP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika yang dipimpin langsung olek Kasatpol PP Willem Naa mulai bergerak melakukan pembongkaran bangunan-bangunan yang ada disekitar bundaran SP 2, Kamis (16/1). Pembongkaran tersebut dilakukan sesuai dengan perintah Bupati Mimika beberapa waktu lalu agar posisi bundaran jadi lebih baik dan jalan sekitar bundaran jadi lebih luas.

Dari pantauan Harian Papua, bangunan yang dibongkar yaitu pada sisi kiri lampu merah dari arah SP 3 pas di samping sekolah TK sampai dengan pas sisi kanan lampu merah dari arah SP 2. Selain bangunan tersebut satpol PP juga melakukan pembongkaran pada pagar gereja mulai pintu masuk hingga sekitar enam bangunan yang terdapat yang terdapat di pinggir bundaran pas di samping gereja yang ada di sisi kiri jalan dari dari arah SP 5 menuju SP 3.

Kepala Satpol PP Mimika Willem Naa disela-sela pembongkaran mengatakan bahwa untuk ganti rugi, untuk pembongkaran yang dilakukan dari lampu  merah dari arah SP 3 pas di samping sekolah TK sampai dengan pas sisi kanan lampu merah dari arah SP 2 tidak akan dilakukan ganti rugi karena tanah tersebut statusnya milik pemerintah tetapi sebagai gantinya akan di bangunkan ruko dari sisa tanah pembangunan jalan nantinya.

Lanjut kata dia, untuk sekitar enam bangunan yang terdapat yang terdapat di pinggir bundaran pas di samping gereja yang ada di sisi kiri jalan dari dari arah SP 5 menuju SP 3 akan dilakukan ganti rugi karena sataus tanah tersebut merupakan tanah hak milik warga.

“Yang sampai sekolah TK itu tanah trans, jadi tidak diganti rugi karena tanah pemerintah jadi diperintahkan segera dikosongkan dan personil kami lakukan pembongkaran. Ruko besar samping gereja itu bongkar juga sampai kira kira enam toko di sampingnya. Dan itu dapat ganti rugi sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan,” jelasnya.

Untuk personil, Willem mengungkapkan untuk penertiban dan pembongkaran bangunan disekitar bundaran SP 2 pihaknya mengerahkan personil sebanyak estengah dari jumlah yang ada karena harus di bagi dua untuk menjaga dan melakukan pengawasan terhadap pasar lama.

“Personil cuma kita bagi dua setengan disini, setengahnya lagi di pasar lama untuk menjaga agar tidak ada lagi pendagang yang jualan lagi,” ungkapnya. (reg)

 

share on:

Leave a Response