Soal Insentif Guru : Kebijakan Pemerintah Dinilai Mematikan Pendidikan

share on:
Robert Waropea / Foto:dok/HP

Timika, HP

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Robert Waropea mengatakan, jika insentif para guru honorer tak kunjung dibayarkan, maka pemerintah dinilai telah membunuh sistem pendidikan yang selama ini sudah berjalan disejumlah sekolah-sekolah wilayah pedalaman maupun pesisir Mimika.

“Kalau pemerintah mempertahankan kemauannya kemudian, guru-guru tidak mau mengajar lantas bagaimana dengan nasib generasi kita. Tentu saja anak didik yang berada di pesisir atau pedalaman tidak bisa memperoleh pendidikan dengan layak karena kebanyakan dipesisir dan pedalaman adalah guru honor,” kata Robertus saat ditemui di¬† ruang kerjanya, Selasa (25/7).

Menurut Robertus, pengabdian guru honor tersebut sudah ada sejak dulu dan mereka bersusah payah demi pemerataan pendidikan agar didaerah pesisir atau pedalaman juga bisa menikmatinya. Maka dari itu, pemerintah harus memberikan kepastian atas hak yang seharusnya diberikan kepada para guru tersebut.

“Pemerintah harus mengambil sebuah kebijakan karena mereka mengabdi untuk nusa dan bangsa, dan mereka ini sudah lama mengabdi sehingga harus ada pertimbangan lain yang bisa diambil untuk membayar hak-hak mereka,” tegas Robertus.

Robertus  menegaskan, apapun alasannya pemerintah harus secepatnya memberikan kepastian atas hak para guru tersebut agar kedepannya tidak terjadi lagi aksi-aksi demo yang dapat merugikan pendidikan di daerah ini.

“Pemerintah perlu membuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat maupun para guru-guru. Jika hal ini terus dibiarkan itu berarti secara tidak langsung melakukan pembunuhan kepada pendidikan bagi anak-anak,” tegasnya. (reg)

share on:

Leave a Response