Stok Beras Bulog Timika Cukup Hingga Dua Bulan

share on:
Sulaimi bur/HP

Timika, HP

Persediaan beras di gudang Kantor Seksi Logistik Timika, sekarang ini masih 1.250 ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan dua bulan ke depan.

Kepala Kansilog Timika Sulaimi menggatakkan, untuk memenuhi kebutuhan stok maka dalam waktu dekat akan masuk lagi sebanyak 1.000 ton beras ke gudang Bulog Timika pengiriman dari Wajo, Sulawesi Selatan.

“Kebutuhan beras untuk wilayah Timika dan sekitarnya setiap bulan sekitar 700-an ton untuk penyaluran bansos rastra, golongan anggaran dan TNI-Polri. Kalau ada stok lebih maka kami distribusikan ke Wamena. Sampai Maret ini kami sudah mengirim 500 ton ke Wamena,” kata Sulaimi, Jumat (8/3).

Menurut dia, permintaan beras ke Wajo, Sulawesi Selatan, seluruhnya mencapai 2.000 ton. Namun pengiriman beras ke Timika melalui kapal dari Makassar dilakukan secara bertahap masing-masing 1.000 ton lantaran gudang Bulog Timika kurang memadai. Saat ini Bulog Timika mengoperasikan dua gudang penyimpanan beras, masing-masing berkapasitas 1.000 ton.

“Kami memang mengupayakan stok beras di gudang Timika minimal 3.000 ton karena selain untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Mimika dan Puncak, juga untuk penyaluran ke Wamena. Belum lagi kami harus menyiagakan terus beras cadangan pemerintah untuk kegiatan operasi pasar dan antisipasi jika terjadi bencana,” jelas Sulaimi.

Pihak Bulog Timika telah mengajukan usulan pembangunan gudang baru berkapasitas 500 ton hingga 1.000 ton khusus untuk menampung barang komersial yaitu beras premium, gula pasir curah, minyak goreng curah, tepung terigu dan aneka barang kebutuhan pokok lainnya.

“Kami sudah ajukan ke pusat bersama rencana anggaran pembiayaan (RAP)-nya, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Kami menunggu keputusan dari pimpinan, apakah disetujui atau tidak. Yang jelas Timika sangat membutuhkan penambahan gudang komersial. Lahan kami juga masih cukup luas untuk dibangun gudang baru,” jelas Sulaimi. (bur)

share on:

Leave a Response