Tiga Instansi Kemenkeu Peringati Harkitnas 2019

share on:
HARKITNAS - Hery Sumartono, Tukima dan I Made Aryana pada momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5). Foto : Istimewa

Timika, HP

Tiga instansi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yakni Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Timika, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Timika, dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Timika melaksanakan upacara bersama memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111, Senin (20/5). Peringatan Harkitnas tahun ini bertema ‘Bangkit Untuk Bersatu’.

Kepala KPP Pratama Timika, Hery Sumartono yang bertindak sebagai pimpinan upacara membacakan sambutan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kemenkeu merupakan miniatur Bangsa Indonesia. Tugas pokoknya adalah mewujudkan janji kemerdekaan yang disampaikn oleh para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Kepada jajarannya, Menkeu Sri Mulyani berpesan agar instansi keuangan Kementerian Keuangan terus menjaga semangat persatuan, kesatuan dengan menyatukan visi, misi dan tujuan serta bersinergi dalam mengelola keuangan negara.

Kepala KPPN Timika, Tukima menambahkan, peringatan Harkitnas di lingkungan Kemenkeu merupakan salah satu upaya untuk mengukur rasa nasionalisme, dimana 2019 ini merupakan tahun politik yang membawa dampak karena perbedaan pilihan.

Tukima berharap, tiga instansi Kementerian Keuangan di Kabupaten Mimika dengan tanggung jawab berbeda harus terus mengimplementasikan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Menurut Tukima, ASN Kemenkeu harus menunjukkan bahwa Kementrian Keuangan adalah salah satu kementerian atau organisasi yang mempelopori terjadinya modernisasi kelembagaan.

Kepala KPP Pratama Timika Hery Sumartono menambahkan, pegawai di tiga instansi Kemenkeu saat ini diisi oleh pegawai-pegawai belia dengan jiwa nasionalisme yang kuat.

“Kami selalu berpesan, bijaklah dalam bermedia sosial, jangan menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan yang berpotensi sebagai sumber perpecahan bangsa,” kata Hery. (bur)

share on:

Leave a Response