Tokoh Perempuan: Aparat Harus Adil Berantas Miras

share on:
Tokoh Perempuan Kamoro, Agustina Yatanea

Timika,HP

Aksi Polres Mimika dalam memberantas minuman keras (Miras) di wilayah Distrik Mimika Timur mendapat respon positif dari warga sekitar. Namun tidak sedikit juga mendapat kritikan.

Tokoh Perempuan Kamoro, Agustina Yatanea mengatakan, warga Mapurujaya sudah sering mengeluh terkait peredaran dan pembuatan miras. Keluhan itu bahkan sudah sering kali disampaikan kepada kepala distrik dan kepolisian setempat.

“Terimakasih juga kami sampaikan kepada kepolisian yang terus menangkap para pelaku pembuatan Miras lokal ini, tapi kenapa bisa begitu? Sering ditangkap, tapi nanti beberapa lama kembali beroperasi. Ada apa dibalik ini semua? Kalau mau berantas Miras harus merata dan adil,” kata Agustina saat ditemui wartawan di kawasan Nawaripi, Rabu (13/3/2019).

Agustina menyatakan, tindakan kepolisian dalam memberantas Miras belum berjalan maksimal.  Karena miras berlabel dan minuman kaleng maupun botol tidak pernah disentuh oleh aparat keamanan.

“Kita sudah tahu bersama-sama bahwa penyebab terjadinya konflik atau masalah di Timika adalah Miras. Menurut saya, kalau jenis Sopi diberantas, berarti seluruh minuman botol juga harus diberantas, biar adil. Jangan hanya berantas yang kecil-kecil saja, sedangkan yang besar dilewati,” ungkapnya.

Hal tersebut juga mendapatkan respon yang beragam di media sosial. Mayoritas pengguna medsos yang juga merupakan warga Mimika meminta kepada pihak kepolisian untuk bersikap adil dalam memberantas Miras, tanpa membeda-bedakan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Elminus Mom meminta kepada Pemda Mimika untuk membuat aturan agar peredaran Miras berlabel dan berbotol bisa dibuatkan dalam sebuah peraturan, sehingga tidak bisa dikonsumsi bebas oleh masyarakat.

“Sudah berapa banyak anak asli Papua meninggal di jalan maupun ditempat lain karena Miras? Ini harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah. Kalau mau Timika aman, bersihkan daerah ini dari Miras. Atau kalau tidak bisa, penjualannya harus dibatasi,” imbuhnya. (CR12)

share on:

Leave a Response