USAID Lestari Adakan Penyusunan Rencana Kerja

share on:

Timika,HP

Guna melaksanakan salah satu dari delapan pendekatan USAID Lestari untuk mengimplementasikan program kerjanya di Kabupaten Mimika, maka diadakanlah kegiatan peningkatan kwalitas kawasan hutan melalui kegiatan perlindungan dan monitoring di Hutan Nayaro,distrik Mimika Baru. Dipilihnya Kampung Nayaro sebagai salah satu program dari USAID Lestari sebagai piloct project.

Dalam pelaksanaan penyusunan rencana kerja monitoring dan perlindungan hutan Nayaro pihak USAID Lestari melibatkan berbagai pihak terkait melalui rapat dan diskusi di Hotel Emerald, Selasa (6/2).

“Kami memilih Kampung Nayaro sebenarnya hanya menjadi piloct project bagi kami, dalam memilih kampung Nayaro ini kami melibatkan seluruh taparu.Masyarakat yang ada dan aparat kampung sehingga menjadi satu kelompok, pengelola dan perlindungan hutan Nayaro,” ujar Dendy Sofyandy selaku Landscape Coordinator USAID Lestari.

Sebelum diadakan kegiatan penyusunan rencana kerja monitoring dan perlindungan hutan Nayaro ini, pihaknya jelas Dendy, sudah meninjau langsung lokasi hutan hampir satu tahun berjalan. Didampingi pihak Distrik Mimika Baru, SLD PT Freeport, sudah diadakan pemetaan partisipatif, luas zonasi pengelolaan tradisional Kampung Nayaro sekitar 90 ribu hektare.

Didalam luas 90 ribu hektare ini sendiri ada zona-zona seperti zona lindung, zona pemanfaatan, zona tradisional.

“Jadi sudah ada sistim zonasi yang kami bangun bersama masyarakat Nayaro, luasanya juga sangat berbeda-beda tapi total keseluruhanya itu zona pemanfaatan hutan Nayaro ada 190 ribu hektare,” jelasnya.

Setelah penyusunan rencana kerja ini tambah Dendy, dengan kelompok perlindungan hutan Nayaro ini memiliki sebuah program kerja diharapkan bisa diimplementasikan di lapangan bersama multistakeholder inisiatif. Pengelolaan hutan ini akan melibatkan pihak distrik Mimika Baru, Departemen Enviromental PT Freeport, BKSDA, Balai Taman Nasional Lorentz, Dinas Lingkungan Hidup.

“Jadi inisiatif kami dari awal ingin berdayakan masyarakat melalu kelompok ini dan kami akan menghubungkan kerja kelompok ini dengan pihak yang memiliki kepentingan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Ananias Faot mengatakan kegiatan yang diadakan oleh USAID Lestari ini sangat baik untuk program perlindungan hutan.

“Harapan saya dengan kegiatan ini, bisa paham dan mengerti maksud dan tujuan dari monitorong dan perlindungan hutan secara menyeluruh, saya sudah tegaskan agar mereka nanti sampaikan kepada masyarakat supaya mereka semua tau, saya sarankan juga pihak USAID Lestari bisa sebarkan informasi ini dengan brosur kepada masyarakat disana,” pungkas Ananias. (ina)

share on:

Leave a Response