Wabup: Mahasiswa Pendemo Statusnya Tidak Jelas

share on:

 

Timika, HP

Menanggapi demo mahasiswa eksodus di kantor Pusat Pemerintahan beberapa hari lalu, Ketua Tim peninjau mahasiswa yang juga wakil Bupati Mimika (Wabup) Johannes Rettob mengatakan, para mahasiswa yang melakukan demo tersebut statusnya tidak jelas. Pasalnya para mahasiswa eksodus sudah kembali ke kota study bahkan hanya tersisa dua orang saja yang baru kembali beberapa hari lalu.

“Mahasiswa yang benar-benar ingin melanjutkan pendidikan katanya sudah kembali ke masing-masing kota studi dan sudah melakukan aktifitas perkuliahan maupun sekolah seperti biasa. Kemarin hari Minggu tersisa dua orang sudah balik,” kata Wabup Rettob di kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Rabu (12/2).

Wabup menegaskan, Pemkab Mimika menolak mengirimkan para pendemo tersebut ke kota studi. Pasalnya, Pemkab Mimika harus memastikan status mereka. Apakah mereka benar-benar mahasiswa atau bukan.

“Tidak tidak, kita harus periksa dulu mereka kita harus cek mereka, apakah mahasiswa kah atau yang sudah DO kah atau memang betul mahasiswa tapi kita cek dulu,” ungkapnya.

Terkait jumlah mahasiswa yang ada di kota-kota studi Wabup rettob menjelaskan menjelaskan, jumlah mahasiswa baik yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Mimika maupun LPMAK berjumlah 1336 dan dipastikan semua mahasiswa maupun pelajar sudah kembali untuk melanjutkan pendidikannya. Sedangkan untuk mahasiswa yang diberhentikan DO  berjumlah 40 orang dan data tersebut jelas dan valid.

“Kita punya data jelas dari mana mereka sebut jumlahnya ada 900, kita boleh cek mahasiswa kita baik LPMAK maupun pemerintah kabupaten saya hafal sekali,” jelasnya.

Wabup kembali menegaskan mahasiswa eksodus yang melakukan aksi tersebut akan diperiksa kembali apakah benar mahasiswa ataukah mahasiswa yang sudah diberhentikan.

“Mahasiswa tiga macam, yang betul mahasiswa dan mau kembali ke sekolah, ada mahasiswa abadi yang masih ingin sekolah dan mahasiswa yang sudah tidak mahasiswa,” tegasnya.

Wabup Rettob menambahkan bahwa pihak Pemkab Mimika dan LPMAK sebelumnya sudah memberitahukan agak para mahasiswa tidak melakukan Eksodus. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh tim dalam kunjungan ke tempat-tempat study, tetapi apa yang terjadi para mahasiswa tetap lakukan eksodus.

“Dari fotonya ada mahasiswa yang sudah diwisuda makannya kita selidiki dulu mereka, Kemarin kita datangi agar tidak eksodus karena isu tersebut tidak ada di Papua,” ujarnya. (reg)

 

share on:

Leave a Response