Wabup Rettob Wajibkan Salam Khas Amor

share on:
Johannes Rettob Foto: Evan Soenarie/HP

Timika, HP

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mewajibkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, BUMN, BUMD hingga seluruh komponen masyarakat Mimika untuk mulai menggunakan salam khas dua suku asli Mimika, Amungme dan Kamoro (Amor).

Salam khas tersebut yakni Amolongo (Amunge) dan Nimaowitimi (Kamoro) sebagai salam pembuka dan penutup setiap kegiatan. Hal ini penting diindahkan sebagai wujud penghargaan terhadap budaya lokal sebagai pemilik wilayah Mimika.

Wabup John Rettob mengatakan, salam nasional seperti assalamwalaikum, syalom (salam sejahtera), omsuastiastu, namu budaya dan salam kebajikan tetap digunakan, namun kedua salam yang menjadi ciri khas dua suku besar ini juga harus disampaikan sebagai ciri khas masyarakat Mimika.

“Mulai ke depan kita harus menyertakan dua salam ini dalam setiap kegiatan bersamaan dengan salam nasional yang selalu kita sampaikan,” kata Wabup John Rettob saat memimpin rapat evaluasi bersama pimpinan OPD di Pendopo Rumah Negara, SP3, Senin (9/9) lalu.

Wabup mengatakan, salam khas Amungme-Kamoro (Amor ) itu perlu diberlakukan pada setiap kegiatan di Kabupaten Mimika. “Ini berlaku di setiap acara apapun, baik BUMN, BUMD, Polri dan segala macam acara dan kegiatan lainnya, salam ini harus diucapkan. Saya akan memantau ini secara khusus,” ujarnya.

Wabup Rettob mengatakan, pengucapan salam amolongo dan nimowatimi merupakan salah satu bentuk sederhana seluruh masyarakat Mimika untuk menghargai dan melestarikan budaya dua suku besar pemilik negeri ini.

“Jadi kalau saya atau siapapun yang menyapa banyak orang, dia harus sebut amolongo dan mereka akan menjawab balik, amole. Untuk nimowatimi, mereka akan membalas nimo. Amolongo dan nimowatimi itu sapaan untuk orang banyak, sedangkan amole dan nimo adalah sapaan tunggal,” jelasnya.

Pantauan Harian Papua pada beberapa acara yang diselenggarakan oleh beberapa OPD pada Selasa (10/9), penggunaan dua sapaan yang merupakan bahasa asli Suku Amungme dan Komoro ini mulai digunakan. (zhu)

share on:

Leave a Response