Warga Minta Pemda Segera Resmikan Objek Wisata Mangrove Pomako

share on:

Timika,HP

Salah satu destinasi wisata yang sedang digandrungi oleh warga Timika adalah objek wisata Mangrove yang berada dikawasan Pelabuhan Perikanan Pomako,Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua. Meski demikian, Pemda Mimika hingga kini belum juga meresmikan kawasan wisata tersebut.

Meski belum secara resmi dibuka, namun antusias warga Timika begitu tinggi dan merasa penasaran untuk melihat langsung kawasan wisata anyar tersebut.

Indra Plane (22) salah satu warga Timika yang pernah berkunjung ke kawasan wisata tersebut kepada Harian Papua, Minggu (19/1) mengatakan, bahwa ia dan kawan-kawannya sudah beberapa kali datang berkunjung ke objek wisata mangrove, namun masih kurang dibenahi oleh pemerintah.

“Memang ini indah dan kita bangga kalau Mangrove di Timika adalah tanaman Mangrove terbaik di dunia. Hanya saja kawasan ini masih perlu dibenahi, terutama akses menuju kesana. Masa ia kita harus manjat naik dan turun tangga.  Itu bisa membahayakan pengunjung,” tuturnya.

Hal lain yang dikeluhkan oleh sebagian pengunjung adalah, adanya praktek pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum warga setempat yang meminta bayaran kepada setiap pengunjung yang datang. Tentunya hal tersebut memberikan keresahan kepada para pengunjung, pasalnya kawasan tersebut hingga kini belum diresmikan, namun telah terjadi praktek pungli.

“Ini harus diperjelas karena mereka minta uang tapi tidak ada karcis. Berarti ini permainan mereka saja,” ujar Priskila salah satu pengunjung kawasan wisata Mangrove kepada Harian Papua.

Menyikapi aksi pungli tersebut, Kepala Distrik Mimika Timur, Marike Warinussy saat dikonfirmasi Harian Papua via ponsel, Minggu (19/1) mengatakan, bahwa aski pungli tersebut tidak dibenarkan, dan hanya dilakukan oleh sekelompok anak muda serta anak-anak yang ingin mencari keuntungan pribadi.

“Saya dengar informasi kalau pengunjung dimintai uang dari mulai 5 ribu hingga 10 ribu. Ini kami akan komunikasikan dengan dinas terkait untuk proses penanganannya seperti apa kedepannya. Kami juga belum tahu kapan secara resmi kawasan wisata mangrove akan dibuka,” imbuhnya. (Zhu)

share on:

Leave a Response