Workshop Mimika Lawan Hoax, Netizen Harus Bijak Sebelum Share

share on:
workshop Mimika Lawan Hoax di Hotel Horison, Papua, Sabtu (9/3). bur/HP

Timika, HP

Di era digital, distribusi informasi berlangsung sangat intens dan cepat. Sayangnya, tak semua berisi informasi benar. Pasalnya diantara yang banyak beredar termasuk hoax atau informasi salah. Saat ini, warga terutama para netizen harus cerdas dan bijak sebelum berbagi konten informasi.

Demikian poin penting yang dipaparkan pada workshop bertajuk “Mimika Lawan Hoax” yang diselenggarakan Media seputarpapua.com di Hotel Horison, Papua, Sabtu (9/3).

Memicu diskusi, penyelenggara menghadirkan Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi dan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto yang diwakili Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta Pratama sebagai narasumber.

Imam Wahyudi mengungkapkan, alasan seseorang suka meneruskan atau ikut menyebar informasi hoax yang beredar begitu massif di media sosial.

“Orang meneruskan berita hoax, pertama karena merasa bangga pertama kali tahu, suka berbagi dan malas membaca, mencari sensasi, dan ikurt tren,” sebut Imam.

Selanjutnya, Imam membeberkan mengapa orang suka terhadap sebuah informasi, kemudian percaya, lalu membagikannya meskipun itu adalah hoax.

“Pertama, sesuai dengan kacamata atau sudut pandang netizen, berasal dari sumber terpercaya, lingkup pergaulan dan pertemanan yang homogen dan penula di dunia maya,” jelas Imam.

Sementara itu, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menjelaskan, peredaran konten apapun di dunia maya memiliki aspek hukum. Diatur jelas dalam Undang Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan transaksi elektronik. Selama 2018 Satuan Reskrim Polres Mimika yang dipimpinnya telah mengungkap setidaknya tiga kasus hoax (berita bohong) yang disebar di media sosial.

“Tiga pemilik akun Facebook telah diproses hukum terkait kasus hoax oleh penyidik kami di 2018. Ada satu kasus, pelakunya ibu-ibu kami tangkap di rumahnya. Dia baru kaget dan alasannya bahwa hanya ikut menyebarkan,” ungkap I Gusti.

Para peserta yang hadir, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, jurnalis, penyelenggara Pemilu, jurnalis, hingga politisi mengajukan beragam pertanyaan seputar informasi bohong atau hoax kepada kedua narasumber.

Sementara moderator yang memandu diskusi dari Dosen Universitas Timika dan juga selaku wartawan senior di Timika, Yohanis Samuel Nussy. (bur)

share on:

Leave a Response