Dewan Desak Aparat Transparan Proses Hukum Pelaku Rasisme

share on:
Yohanes Kibak Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Ketua Komisi C  DPRD Mimika, Yohanis Kibak mendesak kepada aparat penegak hukum untuk transparan dalam melakukan penegakan hukum terhadap tersangka pelaku rasisme yang terjadi di surabaya dan malang yang menyebabkan banyak aksi berujung anaskir di Papua khususnya di Kabupaten Mimika. Pasalnya hingga saat ini pelaku yang tertangkap proses hukumnya belum di publikasikan secara terbuka.

“Proses hukum tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat terutama masyarakat Papua, kami disini masih menunggu aparat penegak hukum agar negara mempublikasikan proses hukum terhadap oknum-oknum pelaku rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu,” kata ketua komisi C DPRD Mimika di kantor DPRD Mimika, Selasa (2/3).

Kibak mengungkapkan hingga saat ini di media pemberitaan belum ada pernyataan dari aparat penegak hukum yang menyatakan bahwa semua oknum telah ditahan dan menjalankan proses hukum.

“Memang kita dengar informasi, tapi tidak melihat buktinya yang dipublikasi melalui media pemberitaan manapun. Kalau memang ada aparat yang sudah diberhentikan, mana buktinya? Kami tunggu buktinya yang dipublikasi,”ungkapnya.

Dijelaskan Kibak, meskipun tidak ada yang bisa divonis bersalah dalam persoalan ini, akan tetapi aparat penegak hukum harus menggali tuntas akar persoalan yang berimbas dengan penangkapan yang dilakukan di mana-mana.

Lanjutnya kata dia, bahwa dalam persoalan ini harus ada keterbukaan dalam setiap proses hukum khusus bagi para pelaku rasisme. Sebab, persoalan rasisme  sangat membunuh karakter suku tertentu. Padahal, seluruh manusia sama karena diciptakan serupa dengan Allah.

“Saya sangat setuju dengan pernyataan Wiranto bahwa tidak boleh menyalahkan siapa dan siapa dalam permaslahan ini. Karena ini masalah yang serentak karena akar persoalan rasisme itu,” jelasnya. (reg)

share on:

Leave a Response