Freeport Ikut Meriahkan Pameran ICBE 2018

share on:
MENGIKUTI - Manager External & Media Relation Depatteman Corporate Coomunications PTFI, Kerry Yarangga saat mengikuti ICBE 2018, di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (9/10)./ Foto: Melky Japeky/HP

Manokwari, HP

PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai salah satu perusahaan tambang emas yang beroperasi di  Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, ikut memeriahkan Konferensi Internasional Biodiversity, Ecotourism, dan Creative Economy (ICBE) 2018 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (9/10).

Manager External & Media Relation Departement Corporate Coomunications PTFI, Kerry Yarangga mengungkapkan, dalam kegiatan tesebut Freeport memamerkan seekor binatang berupa anjing yang tidak dapat menggongong. Tetapi hanya mengeluarkan suara teriakan panjang (melolong) dengan tubuh yang lebih besar dari tubuh anjng lokal di Papua pada umumnya.

“Kami memperlihatkan kepada banyak pihak tentang Singing Dog  (anjing) yang hidup di dataran tinggi antara 2000-3000 kaki dari permukaan laut. Singing Dong ini ditemukan puluhan tahun yang lalu, atau merupakan sejenis hewan yang baru di sekitar area pertambangan Freeport Indonesia,” kata Kerry kepada awak media ini, di Manokwari, Selasa (9/10).

Selain itu, PTFI juga memperkenalkan Kopi Amungme Gold sebagai bagian dari upaya pengembangan green economy berkelanjutan yang dapat mendorong perekonomian masyarakat. Pasalnya, suatu saat perusahaan tembang emas tersebut akan berhenti beroperasi.

“Kalau  bicara soal green economy adalah bagaimana sebuah komoditi dikembangkan secara berkelanjutan, karena kita tahu tambang itu pada satu ketika juga akan berhenti atau berkahir,” ungkap Kerry.

Dengan demikian, PTFI tetap menjunjukan komitmennya mempromosikan produk Kopi Amungme Gold kepada publik dan masyarakat atau peserta ICBE sangat menikmatinya.

“Kopi Amungme Gold yang kita perkenalkan pada masyarakat melalui pameran ini rasanya enak, dan semua orang mau menikmatinya. Itulah yang menjadi kebanggan kita,” ungkapnya.

Lanjut Kerry, PTFI juga memberikan informasi lainnya kepada publik berkaitan dengan community development. Bahkan Freeport bersama tim yang berkunjung Fakultas Teknik Geologi Universitas Papua (Unipa) untuk menyampaikan presentasi tentang dunia pertambangan kepada mahasiswa.

“Sebagai privat sektor, kita juga bersama-sama dengan pemerintah daerah mendiskusikan hal-hal strategis bagaimana membangun Papua sebagai daerah konservasi, dan memperhatikan grand ekonomi khususnya bagi kesejahteraan orang asali Papua yang tinggal di Papua dan Papua Barat,” ungkapya.

 

Kerry mengaku, masyarakat sangat antusias mengunjungi stand pameran PTFI lantaran ingin tahu lebih dekat tentang operasional pertambangan dan program-program kerja lainnya yang dikerjakan untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah itu.

“Kita tidak punya target berapa pengunjung yang datang, tapi semakin banyak yang datang mereka juga bisa tahu Freeport bukan hanya perusahaan tambang saja, tepi Freeport juga menghadirkan program-program lain untuk pengembangan ekonomi masyarakat Papua,” terangnya.

Adapun peserta yang mengunjung stand tersebut diantaranya mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, pemerintah setempat dan para pejabat pengambil keputusan di daerah Papua dan Papua Barat

“Ada beberapa pemangku kepentingan yang datang mengunjungi stand kami karena mereka cukup konsen dengan situasi Freeport saat ini,” pungkasnya. (mel)

share on:

Leave a Response