Nilai Tukar Petani Papua Barat Merosot 0,06 persen

share on:
PENYEMPROTAN - Seorang petani sedang melalukan penyemprotan pestisida membasmi hama wereng colkat yang menyerang lahan sawahnya, di Kampung Desai, Distrik, Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (29/9).Foto:Melky Japeky/HP

Manokwari, HP

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) September turun sebesar 0,06 persen dibanding Agustus lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Distribusi pada BPS Papua Barat, Hendra Wijaya menjelaskan, NTP Papua Barat September 2018 sebesar 100,35 persen atau turun 0,06 persen dibanding NTP bulan Agustus 100,41. Penurunan NTP dikarenakan turunnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,32 persen dan turunnya laju indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,26 persen.

“Pada bulan September lalu, NTP Papua Barat menurut subsektor masing-masing diantaranya subsektor tanaman pangan 96,97, holtikultura 108,66, tanaman perkebunan rakyat 92,97, peternakan 99,16, dan perikanan 102,55,” kata Hendra kepada wartawan, Senin (01/10/2018).

Hendra menerangkan, indeks harga yang diterima petani (It) dari lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam sesuai komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Secara agregat indeks harga yang diterima petani (It) Papua Barat mengalami penurunan sebesar 0,32 persen.

“Apabila kita bandingkan dengan indeks harga yang diterima petani (It) pada Agustus 2018 adalah dari 131,49 menjadi 131,06,” ungkapnya.

Munurt Hendra, turunnya It subsektor holtikultura sebesar 1,63 persen ditenggarai memicu turunnya It Papua Barat bulan September lalu. Penurunan It papua Barat September terjadi karena It subsektor holtikultura turun sebesar 1,63 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,42 persen.

“Sedangkan yang mengalami peningkatan It yaitu subsektor peternakan 0,72 persen, perikanan 0,48 persen dan tanaman pangan 0,33 persen,”  tuturnya.

Selain itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) Papua Barat juga mengalami penurunan sebesar 0,26 persen. Ib Papua Barat secara agregat mengalami penurunan dari nilai 130,95 menjadi 130,60 atau turun sebesar 0,26 persen.

“Penurunan Ib gabungan tersebut didorong turunnya Ib subsektor tanaman pangan 0,28 persen, holtikultura turun sebesar 0,23 persen, perkebunan rakyat 0,44 persen, peternakan 0,06 persen dan perikanan 0,31 persen,” terangnya (mel)

share on:

Leave a Response