Polri Pastikan Proses Hukum Tersangka di Papua Dilanjutkan

share on:

Jakarta, HP

Polri memastikan, proses hukum terhadap seluruh tersangka setelah tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, tetap berjalan.

“Tentunya tetap lanjut, proses tetap berjalan. Ada yang sudah proses sidang, ada juga yang tahap dua,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Argo mencatat bahwa polisi telah menetapkan 10 orang tersangka di Timika, 14 orang tersangka di Paniai, 19 orang tersangka di Wamena dan 37 orang tersangka di Jayapura. Mereka terjerat berbagai kasus.

Mulai dari perusakan fasilitas umum, penganiayaan serta melawan aparat. Proses perkara kasus yang menjerat para tersangka tersebut sudah ada yang memasuki tahap II atau pelimpahan berkas dan tersangka ke jaksa penuntut umum. Ada pula kasus yang sudah memasuki tahap sidang. Namun, Argo tidak merinci jumlahnya.

“Ini semua yang kita limpahkan kasus ke kejaksaan adalah wewenang jaksa penuntut umum di sana,” ujar dia.

Sebelumnya, Pansus Papua DPD RI bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD. Ketua Pansus Papua Filep Wamafma mengatakan, pertemuan tersebut membahas mahasiswa Papua yang ditahan paska kejadian rasisme di Surabaya.

“Yang pertama adalah kaitan dengan penahanan mahasiswa Papua, pasca aksi solidaritas penolakan rasisme di Surabaya,” kata Filep kepada wartawan usai bertemu Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Filep mengatakan, pansus meminta kepada Mahfud untuk membebaskan para mahasiswa Papua yang ditahan tersebut sebelum HUT Operasi Papua Merdeka yang jatuh pada 1 Desember mendatang. Menurut Filep, para mahasiswa seharusnya dibina dan tak perlu ditahan.

“Tadi kami sampaikan ke Pak Menko Polhukam untuk sesegara mungkin mengambil langkah cepat untuk membebaskan seluruh mahasiswa Papua, karena sesungguhnya mahasiswa Papua yang perlu dibina dan di selamatkan dari pada pikiran politik,” ujar Filep. (kcm)

share on:

Leave a Response