YPMAK Perlu Bangun dari Kampung ke Kota

share on:
Nalio Jangkup Foto: Ricky/HP

Timika, HP

Tokoh Intelektual Amungme Nalio Jangkup memberikan apresiasi atas terpilihnya pimpinan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) oleh tim transisi pembentukan yayasan baru pada 22 November 2019 lalu.

Setelah terpilihnya Vebian Magal sebagai pimpinan YPMAK yang energik dan mempunyai semangat baru, ke depan ada banyak tugas berat yang akan dilakukan bagi masyarakat. Tentunya masyarakat mengharapkan adanya perubahan nyata yang dilakukan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat mulai dari kampung ke kota.

“Pertama saya wakili kaum intelektual Amungme dan Kamoro menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan YPMAK yang baru saja¬† ditetapkan,” kata Nalio ketika ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (26/11).

Nalio menyebut, pemilihan pimpinan yayasan tidak terlepas dari perubahan status dari lembaga ke yayasan serta proses pemilihan pimpinan YPMAK secara transparan. Artinya YPMAK telah mandiri dan bisa membawa perubahan bagi masyarakat kedepannya.

Menurut Nalio, yang perlu menjadi perhatian pimpinan YPMAK saat ini ialah memprogramkan apa yang menjadi progrgam priorits dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. Artinya setelah mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak selanjutnya perlu pemberdayaan masyarakat melalui potensi hasil alam yang ada dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Terutama pada pengembangan ekonomi, kemudian kesehatan pendidikan itu betul-betul harus diperhatikan dari kampung ke kampung,” ungkap Nalio.

Selain itu pengembangan pendidikan dan kesehatan yang sudah berjalan dengan baik selama ini. Ia menjelaskan, YPMAK harus memberdayakan pengusaha lokal dengan melakukan pembinaan sehingga kedepan pengusaha ini bisa membedayakan masyarakatnya.

Ia juga mengharapkan pihak YPMAK agar menyiapkan tenaga penyuluh pertanian dan perikanan untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian dan perikanan yang ada. Artinya kedepan masyarakat bisa menghasilkan banyak hasil pertanian, selanjutnya di tampung oleh YPMAK untuk di salurkan kepada Freeport, secara tidak langsung masyarakat juga mendapat manfaat dari hal tersebut, begitu juga hasil laut pihak YPMAK bisa membentuk satu koperasi yang menaungi masyarakat di pesisir untuk menampung ikan hasil tangkapan kemudian di salurkan kepada PT Freeport kedepan masyarakat akan mendapatkan dampak yang baik.

“Adanya perubahan ini sebenarnya kita bisa istilahkan sudah menuju pada kemandirian dalam mengelola dana satu persen yang selama ini dikasih kedepan YPMAK bisa lahirkan pebisnis-pebisnis dari Amungme dan Kamoro yang mempunyai usaha yang siap bersaing dari teman-teman yang ada di Mimika, begitu juga pemberdayaan petani dan nelayan untuk mengelola potensi alam yang ada di Mimika,” jelasnya.

Ia berharap, lakukan hal-hal kecil namun bermanfaat bagi masyarakat ketimbang membuat hal besar tapi tidak memiliki manfaat untuk masyarakat. “Harapan kami bukan hal-hal yang besar, tapi hal-hal yang kecil konkrit yang selama ini masyarakat butuhkan, kita lihat saja antara perumahan Freeport di Tembagapura dan perumahan masyarakat yang ada di sekitar Tsinga, Waa, Banti itu beda jauh sekali. Hal-hal seperti ini yagn menjadi perharian serius dari YPMAK,” harapnya. (rik)

share on:

Leave a Response