Tahun 2020, Dana BOS Tidak Lagi Untuk Bayar Honorer

share on:

Timika,HP

Guna memaksimalkan manfaat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan mengintruksikan agar para tenaga honorer tidak lagi dibayar dengan menggunakan Dana BOS.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Jenny O Usmani saat ditemui awak media di Timika Selasa (26/11) lalu menegaskan, bahwa pada tahun 2020 mendatang, Dana BOS tidak lagi diperuntukan untuk membayar gaji guru honorer.

Selama ini Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kebanyakan digunakan sekolah untuk menggaji guru honorer. Padahal, seharusnya dana BOS tersebut dipergunakan untuk peningkatan mutu sekolah, seperti pengadaan barang atau menunjang proses pembelajaran siswa di kelas.

“Sekarang untuk gaji guru kontrak khusus untuk yang dalam kota itu bersumber dari APBD, kalau untuk di pedalaman itu dari dana Otsus,” tuturnya.

“Sementara untuk gaji guru honorer yang tidak ditanggung oleh APBD dan Otsus maka menjadi tanggungjawab dari pihak sekolah terlebih lagi bagi sekolah Yayasan,” jelasnya.

Jenny menjelaskan, jumlah guru kontrak yang ditugaskan ke pedalaman Kabupaten Mimika sebanyak 125 orang, dan untuk diareal perkotaan sebanyak 50 orang.

“Jumlah ini yang menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan, kalau diluar itu biasanya sekolah mengalokasikan gaji melalui dana BOS, tapi untuk tahun depan sudah tidak boleh lagi pakai dana BOS untuk gaji guru honorer,” ungkapnya.

Diakhir masa jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi menyatakan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak boleh digunakan untuk membayar gaji guru honorer.

Tujuannya agar, alokasi dana BOS tepat sasaran untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.  Meski demikian, ia menegaskan gaji guru honorer akan diupayakan melalui Dana Alokasi Umum (DAU).  Saat ini Kemendikbud dan Kementerian Keuangan tengah mengkaji pemberian gaji guru honorer melalui DAU. (Zhu)

share on:

Leave a Response