Hasil Pleno KPU Provinsi Papua, OMTOB Nomor Urut Enam MARIYUS Nomor Lima

share on:

Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy mengatakan berhubung dengan demisioner anggota KPU Kabupaten Mimika maka KPU Provinsi Papua mengambil alih semua tugas dan tanggung jawab KPU Mimika

 Jayapura, HP

Dua pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Mimika Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OMTOB) dan Maria Kotorok-Yustus Way (MARIYUS) akhirnya resmi mengikuti Pilkada Mimika 2018. OMTOB maju dengan nomor urut 6, sedangkan MARIYUS mengantongi nomor urut 5.

Pencabutan nomor urut lanjutan dua paslon tersebut dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU Provinsi Papua di Jayapura, Senin (23/4) malam.

Rapat pleno yang merupakan tindak lanjut hasil putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar itu dipimpin Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy dan dihadiri anggota KPU Papua Beatrik Wanane, Tarwinto, Sombuk Musa Yosep. Selain itu, hadir pula Panwaslu Kabupaten Mimika serta dua paslon dan tim pendukungnya.  “Rapat pleno ini adalah amanah yang harus dilaksanakan sesuai putusan PT TUN di Makassar pada bulan Maret lalu,” kata Adam.

Adam mengatakan berhubung dengan demisioner anggota KPU Kabupaten Mimika maka KPU Provinsi Papua mengambil alih semua tugas dan tanggung jawab KPU Mimika. “Oleh sebab itu, penarikan nomor undian ini kita lakukan di Kantor KPU Provinsi Papua saat ini hari Senin (23/4) pukul 19.00 WIT,” ungkap Adam.

Saat dilakukan penarikan nomor, Paslon MARIYUS mendapat nomor urut 5, sedangkan Paslon OMTOB mendapat nomor urut 6.

Rapat pleno tersebut sempat diskors sebanyak dua kali. Skors pertama dilakukan karena Panwaslu Kabupaten Mimika belum hadir. Skors kedua dilakukan untuk memperbaiki SK Penetapan Paslon yang dinilai kurang tepat. Setelah diskors kurang lebih lima jam, rapat pleno terbuka itu dilanjutkan pukul 18.30 WIT.

Adam mengatakan waktunya sudah sangat sempit. “Kami berpacu dengan waktu yang ditentukan oleh DKPP. Dan puji Tuhan proses ini berlangsung lancar,” ujar Adam.

Usai penarikan nomor urut, Ketua KPU Papua memberikan kesempatam kepada dua paslon untuk menyampaikan sepatah kata.

Eltinus Omaleng menyampaikan terima kasih kepada KPU Provinsi Papua yang telah menyelenggarakan pleno pencabutan nomor urut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada KPU Papua, karena sudah terlalu lama kami menunggu untuk kami melakukan proses Pilkada. Terima kasih bagi KPU Papua yang telah mengambil langkah untuk penarikan nomor urut ini,” ujar Omaleng.

John Rettob menambahkan, “Dengan penarikan nomor ini, kami sudah bisa mengikuti tahapan kampanye. Nomor enam merupakan nomor favorit kami.”

John Rettob berharap tahapan selanjutnya bisa dilaksanakan sesuai jadwal. “Seperti tahapan kampanye yang tinggal satu bulan ini, semoga prosesnya bisa berjalan baik. Selama tahapan kampanye, diharapkan tidak terjadi kendala yang dapat menghambat tahapan Pilkada selanjutnya,” kata John Rettob.

Sedangkan Maria Kotorok mengatakan momen penarikan nomor urut sudah lama ditunggu. “Penarikan nomor urut ini yang kami nantikan setelah ada putusan PT TUN Makassar pada 27 Maret lalu, karena telah menghambat kami masuk ke tahapan berikut. Dengan pencabutan nomor urut ini, berarti kami sudah bisa melakukan tahapan berikutnya,” ujarnya.

Maria menyebut nomor urut lima dalam padangannya menggambarkan Pancasila.  “Memang secara umum semua nomor sama, yang penting bagi kami sudah bisa mengikuti tahap berikut,” kata Maria.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ketua KPU Papua Adam Arisoy menyampaikan terima kasih karena proses penarikan nomor urut dua paslon tersebut bisa berlangsung baik, aman dan lancar.

Sementara itu, anggota Panwaslu Kabupaten Mimika Johanes Wato mengatakan, setelah menyaksikan proses penarikan nomor urut bagi dua paslon itu, maka hambatan dalam pesta demokrasi di Mimika sudah bisa dilalui. “Saya berharap melalui proses dan tahapan Pilkada yang dilaksanakan ini, sehingga nantinya bisa menghadirkan pemimpin di Kabupaten Mimika yang menjadi harapan rakyat. Bisa berjalan sesuai amanat Undang-Undang yang sudah dititipkan kepada kita semua,” kata Wato.

Setelah mengantongi nomor urut, OMTOB dan MARIYUS sudah bisa melakukan proses tahapan Pilkada  selanjutnya sesuai perintah UU.

Untuk menyesuaikan tahapan Pilkada, selanjutnya KPU Provinsi Papua kembali akan melakukan revisi jadwal Pilkada Mimika. Tugas lain yang harus dijalankan KPU yakni menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Mimika, dan menggelar Deklarasi Pilkada Damai.

“Berhubungan dengan KPU harus melalui LO (liaison officer atau petugas penghubung) dan tim kampanye yang sudah memiliki SK. Tidak semua orang bisa berhubungan dengan KPU, hanya LO.  Perlu ada komunikasi yang konstruktif sehingga tidak ada masalah,” tegas Adam.

Adam menambahkan, tahapan lanjutan khususnya debat antar kandidat diminta dilakukan sebanyak tiga kali. “Tetapi mungkin dua kali kita bikin di Jayapura saja, karena disiarkan langsung TVRI,” kata Adam.  (liv)

share on:

Leave a Response