Lima Anggota Dewan ke AS, Bukan Atas Nama DPRD Mimika

share on:

Timika, HP

Menanggapi banyaknya kritikan dari berbagai kalangan terkait keberangkatan lima anggota DPRD Mimika bersama pemerintah daerah ke Amerika Serikat (AS), membuat sejumlah anggota wakil rakyat angkat bicara soal ini.

“Mereka kurang lebih lima orang berangkat ke Amerika itu atas nama pribadi atau perorangan, bukan atas nama lembaga DPRD Mimika. Jadi, tidak benar kalau keberangkatan lima anggota DPRD dengan menggunakan biaya pemerintah dalam hal ini bupati lalu dikatakan itu lembaga DPRD. Faktanya 30 anggota DPRD Mimika masih berada di Timika dan melaksanakan tugas sehari-hari,” tegas anggota DPRD Mimika Yohanis Felix Helyanan SE yang akrab disapa John Thie, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11) siang.

Anggota Komisi C DPRD Mimika itu mengakui kritikan yang disampaikan masyarakat terkait keberangkatan DPRD Mimika harus dicek kebenarannya. Sebab, tidak ada agenda DPRD Mimika untuk pergi ke AS.

“Dengan kondisi seperti ini tidak mungkin dewan mau meninggalkan Timika, apalagi dalam kondisi defisit anggaran, kondisi kamtibmas serta persoalan-persoalan yang sedang terjadi di Timika. Kami tetap berada di Timika dan menjalankan tugas sebagaimana biasa,” ungkap John Thie yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Mimika ini.

Hal senada ditegaskan Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Mimika Karel Gwijangge SIP bahwa lima anggota dewan ke Amerika itu tidak membawa nama lembaga DPRD tapi diajak oleh eksekutif dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng.

“Eksekutif pernah mengusulkan anggaran untuk 35 anggota DPRD Mimika ke Amerika, tapi itu sudah kami coret. Sehingga tidak mungkin kami berangkat, karena dananya dari mana. Mereka yang berangkat itu diajak secara pribadi oleh pemerintah, juga termasuk biayanya ditanggung pemerintah. Jadi, tidak benar kalau ada yang sebut DPRD Mimika pergi ke Amerika untuk foya-foya habiskan uang,” tegas Karel yang juga politisi PDI-Perjuangan ini.

Karel mengungkapkan, sebenarnya seluruh anggota DPRD Mimika diajak ikut. Namun dari berbagai pertimbangan dan alasan, sehingga hanya lima orang yang berangkat.

“Lima orang berangkat ke Amerika dengan biaya dari pemerintah, jadi jangan sebut lembaga DPRD. Tidak ada dana dari dewan, faktanya 30 anggota DPRD Mimika termasuk tiga pimpinan sampai hari ini semua berada di Timika dan melaksanakan tugasnya. Ini selama dua hari kami ada menerima aspirasi dari wartawan, rapat dengan Polres dan Satpol PP, kemudian menerima aksi demo dari pengusaha asli Papua. Mereka yang berangkat itu jangan disebut mewakili DPRD, karena itu tidak ada agendanya ke sana,” tegas Karel.

Ketika hal itu dikonfirmasi ke pimpinan DPRD Mimika,  Wakil Ketua I DPRD Mimika Yonas Magal mengakui kalau dirinya juga pada rencana awal diundang dan semua berkas dalam pengurusan. Namun karena pertimbangan lainnya, sehingga membatalkan rencana tersebut.

“Dengan berbagai pertimbangan dengan kondisi Mimika dalam masalah, sehingga saya putuskan untuk tidak berangkat. Itu mereka berangkat atas nama pribadi, bukan dibiayai oleh lembaga DPRD,” tegas Yonas.

Pantauan Harian Papua, anggota DPRD Mimika tetap berkantor dan melakukan aktivitas seperti biasa pada Senin- Selasa (14/11).

Pada Senin (13/11) anggota DPRD Mimika menerima aspirasi demo dari wartawan dan bertatap muka terkait pengeroyokan terhadap salah seorang wartawan. Kemudian pada Selasa (14/11) kembali menggelar rapat dengar pendapat dengan Kapolres Mimika dan jajarannya serta Satpol PP yang dihadiri lengkap tiga unsur pimpinan dan puluhan anggota. Tidak hanya itu, dalam waktu bersamaan DPRD Mimika juga menerima aspirasi demo dari pengusaha lokal Papua. (opa)

share on:

Leave a Response