Mantan Pesepakbola dan Wartawan, Berkomitmen Memajukan Mimika

share on:

Timika, HP

Berlatar belakang sebagai seorang mantan pemain sepakbola dan malang melintang di dunia jurnalistik (wartawan) selama belasan tahun lamanya, kini ia berbelok haluan ke dunia politik, karena merasa terpanggil sebagai anak bangsa yang ingin menjadi bagian di dalam lembaga legislatif sebagai lembaga perwakilan rakyat, untuk penyambung serta memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Mimika.

Bagi warga Kabupaten Mimika – Papua, pasti tahu persis sosok Calon anggota Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang satu ini. Ya, dia adalah Husyen Abdillah.

Dengan style mudah bergaul di semua kalangan, memiliki rasa sosial yang sangat tinggi dan murah senyum, menjadi ciri khas yang tak pernah hilang sehingga pantas bila dia memiliki teman dan sahabat yang tidak hanya dari satu golongan atau kelompok saja.

Bergaul dengan siapapun, mulai dari kalangan muda dan dewasa, dimanapun dia selalu diterima karena kepribadian serta pembawaan yang sederhana menjadi modal dirinya dimanapun dia berada. Tidak heran dia selalu mendapat teguran dan sapaan dimanapun dia melintas.

Sosok milenial yang cerdas dan berintegritas dengan Tagar #HUSYENCALEGJAMANNOW# ini merupakan anak kedua dari enam bersaudara, dari pasangan Bapak Almarhum Abdillah Ambo Upe dan Ibunda Hj Jemma Husein.

Calon Legislatif dari Partai PDI Perjuangan Nomor Urut 1 DPRD Kabupaten Mimika Daerah Pemilihan (DAPIL) Mimika 2 ini, siap berjuang untuk menang di Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019.

Husyen yang lebih senang dipanggil OPA, selain supel dan sangat merakyat, juga sangat dekat dan kental dengan para generasi milenial saat ini, memiliki perjalanan hidup dan karir yang sangat panjang di beberapa organisasi profesi serta merupakan mantan pemain sepakbola handal yang pernah malang melintang bermain di beberapa klub di Kabupaten Mimika dan sempat mencicipi kompetisi dan menjadi salah satu skuad sepakbola Persifa Fakfak di era tahun 90 an dan meneruskan karir sepakbolanya di Kabupaten Mimika sejak tahun 1993.

Di dunia sepakbola Mimika, sosok Opa sejak menjadi pemain sepakbola hingga pensiun dan menjadi pelatih serta offisial maupun menjadi pengurus Persatuan Sepakbola Mimika (PERSEMI) dan juga selalu menjadi pengurus Asosisasi PSSI Kabupaten Mimika sejak berdiri dan hingga saat ini memiliki andil sehingga Persemi menjadi anggota Resmi PSSI dan hingga mencapai kejayaan Persemi Mimika saat ini.

Selain menjadi pelaku, ia juga menjadi salah satu figur yang turut mengembangkan dan memajukan sepakbola Mimika sejak Mimika masih menjadi salah satu kecamatan dari Kabupaten Fakfak hingga menjadi kabupaten definitif tahun 1998 hingga saat ini.

Ia sangat tahu sejarah perjalanan dan perkembangan sepakbola di Mimika. Karir sepakbolanya di Mimika ketika pertama menginjakkan kaki di bumi Kamoro ini sekitar tahun 1989 sejak masih duduk di bangku sekolah SLTA sudah mendirikan klub Sepakbola Pukopa (Putra Kota Pala), dimana saat itu klub klub sepakbola masih bisa dihitung dengan jari, sebut saja, PS Boeing, PS Kompas, PS Ojeker, PS Oryon, PS Waur Putra, PS Papareme, PS Palapa, PS Kompas, PS Kwamki Narama, PS Puskesmas, PS Starwood dan sederet klub sepakbola lainnya yang terus bertumbuh dikala itu.

Opa yang memiliki talenta dan skill bermain sepakbola yang mumpuni dipercayakan menjadi kapten tim sepakbola Kecamatan Mimika Timur (saat itu) untuk memimpin rekan rekannya dalam turnamen resmi Piala Pemuda Panca Marga (PPM) se Kabupaten Fakfak pada tahun 1995 dan mampu membawa Kecamatan Mimika Timur menjadi runner up saat itu.

Dan saat Pekan Olahraga PPM dimana Kecamatan Mimika Timur menjadi tuan rumah, Opa merupakan bagian dari tim sepakbola Mimika yang tampil sebagai juara dengan mengalahkan Kecamatan Fakfak di partai final yang pertandingannya di laksanakan di Lapangan Timika Indah.

Selepas turnamen tingkat Kabupaten Fakfak saat itu, Opa terus berkiprah di sepakbola seiring berkembangnya Mimika menjadi kabupaten definitif dengan memperkuat sejumlah klub sepakbola di beberapa turnamen tingkat kabupaten Mimika seperti, PS Palapa (PT Telkom), PS Starwood Sheraton, PS Cyclop, PS Andalas, PS Timika Pos dan akhirnya pensiun di PS Danaco yang kemudian dipercayakan menjadi pelatih.

Atas pengalaman dan andilnya sebagai pemain dan membesarkan beberapa klub, Opa akhirnya bergabung bersama para seniornya untuk menjadi pengurus sekaligus menjadi asisten pelatih bagi tim Persemi Mimika di beberapa kali ajang hingga terakhir pada tahun 2001 setelah menjadi asisten pelatih Persemi bersama Agus Pigai mendampingi pelatih Gustaf Puy akhirnya memutuskan untuk mundur, namun tetap masih menjadi pengurus dan bahkan tercatat beberapa kali menjadi offisial Persemi di Liga II dan Liga III. Salah satu prestasi terbaiknya bersama pelatih Kepala tim sepakbola Suratin Mimika Bill Rahawarin membawa Mimika lolos hingga ke regional Indonesia Timur di Ternate sekitar tahun 1997.

Tak hanya itu, ilmu serta hobby sepakbola yang dimilikipun ia tularkan di pesisir Mimika, selama kurang lebih lima tahun sejak tahun 1994 hingga 1999, saat bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan Kayu Lapis PT Diadyani Timber yang beroperasi dari Kapiraya hingga Pronggo Distrik Mimika Barat Tengah.

Disana, ia mampu mengembangkan sepakbola dan bahkan atas inisiatifnya perusahaan dimana ia bekerja menggelar turnamen sepakbola antar kampung selama tiga kali yang dilaksanakan di Kokonao. Dan turnamen ini mampu menjadi inspirator kebangkitan sepakbola di Kokonao dan penyemangat bagi anak usia muda di pesisir Mimika saat itu.

Karena jiwa dan hoby sepakbola yang tertanam didalam dirinya, Opa yang lahir di Sengkang Kabupaten Wajo (Sulsel) hingga saat ini masih terus aktif menjadi motivator dan penyemangat bagi adik-adik pesepakbola Mimika untuk terus berprestasi.

Selain masih aktif di dunia sepakbola, pada tahun 2000 Husyen akhirnya beralih ke profesi pekerja media sebagai Marketing di Surat Kabar yang pertama hadir di Kabupaten Mimika yaitu SKH Timika Pos yang merupakan perusahaan media dibawah Kelompok Kompas Gramedia (Kompas Group).

Setelah media Timika Pos tidak lagi berjalan, ia memilih menjadi wartawan di salah satu Tabloid terkemuka di Mimika yaitu, Tabloid Tribun Papua. Ia bersama eks rekan rekannya di SK Timika Pos terus mengembangkan bisnis media sebagai sarana menyampaikan seluruh hasil pembangunan di Kabupaten Mimika.

Seiring dengan pesatnya perkembangan media di Mimika dan di Papua umumnya, dimana saat itu jumlah wartawan di Timika masih terbilang sedikit, mulai tahun 2007 keatas Opa fokus berkarya di dunia jurnalis dan menjadi kontributor di beberapa media cetak, elektronik dan televisi.

Ia tercatat pernah menjadi kontributor TopTV, Koresponden SK Papua Pos, Koresponden Tabloid Jubi Online, KBR68H Jakarta dan Photografer LKBN Antara di Timika.

Selepas menjadi kontributor di beberapa media, ia bergabung bersama Surat Kabar Salam Papua dan sejak tahun 2014 ia memutuskan untuk bergabung di SK Harian Papua sebagai Redaktur Pelaksana (Redpel) hingga saat ini.

Selain malang melintang di dunia jurnalistik, ia juga berkecimpung di beberapa organisasi seperti menjadi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Timika sejak tahun 2003 dan hingga saat ini masih menjadi pengurus inti di Orlok Timika dengan menyandang predikat Penegak dengan panggilan YB9YMG, serta banyak lagi organisasi atau komunitas yang ia ikuti.

Opa yang memiliki istri bernama Hermawanti dengan dua anak putra dan dua putri, sejak terbentuknya kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika selalu bagian dari induk olahraga di Mimika hingga saat ini. Menjadi salah satu pengurus Asosiasi PSSI Kabupaten Mimika sejak resmi berdiri di kabupaten Mimika, menjadi pengurus di Persemi Mimika juga sejak berdirinya Persemi hingga saat ini. Selain aktif di organisasi sepakbola, Opa juga menjadi salah satu pengurus Rugby Papua di bidang Humas dan Media, menjadi Sekretaris di Persatun Ikatan Sport Sepeda Indonesai (IPSI) Mimika, pengurus di Cabang Futsal kabupaten Mimika, serta masih tercatat sebagai anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika yang merupakan salah satu organisasi wartawan di Timika dan masih banyak lagi organisasi lainnya.

Atas dasar pengalaman saat menjadi seorang pesepak bola dan menjadi wartawan yang setiap saat melihat langsung kondisi masyarakat, ia menilai Mimika masih jauh dari harapan kesejahteraan, sehingga menggugah hatinya untuk mengambil bagian dan berperan dalam sistem pemerintahan untuk merubah Kabupaten Mimika menjadi lebih maju, terutama masyarakatnya.

Ia sadar, salah satu sarana untuk bisa menyuarakan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat, adalah lembaga legislatif. Untuk menjadi anggota legislatif sebagai penyambung lidah masyarakat, maka kendaraannya adalah partai politik.

Opa pun memutuskan terjun ke dunia politik dan bergabung dengan salah satu partai yang menurutnya seiring dengan jiwa dan semangat nasionalisme, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dimana sejak tahun 2010 menyatakan bergabung dan tercatat sebagai kader PDI Perjuangan.

Pada tahun 2014, ia dan langsung duduk sebagai pengurus inti dan dipercayakan partai sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga dan hingga saat ini masih menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua (Waket) di struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan kabupaten Mimika.

Keikutsertaannya dalam Pileg di Kabupaten Mimika dimulai sejak Pileg sebelumnya pada tahun 2014, namun saat itu ia masih belum begitu serius dan menjadikan pemilu itu sebagai penjajakan bagaimana mengenal cara dan proses berdemokrasi dalam pemilu.

Namun untuk pileg kali ini, Opa sudah mempersiapkan dirinya sejak dua tahun lalu dengan mempelajari dan membangun sistem komunikasi dengan konstituennya sehingga sangat optimis kali ini ia bisa melenggang mulus ke kursi parlemen.

Dengan mengusung visi dan misi, “Sederhana Merakyat dan Amanah” kini ia menjadi salah satu Caleg yang diandalkan dari partainya untuk duduk di kursi DPRD Kabupaten Mimika. Dengan pembawaan sangat sederhana dan selalu turun dan bersusah susah dengan rakyat, ia sangat yakin bahwa apa yang menjadi amanah masyarakat akan ia pertanggungjawabkan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Mimika khususnya yang ada di Dapil 2 untuk memastikan pilihannya kepada saya. Saya paham apa yang menjadi keinginan masyarakat, saya akan siap perjuangkan. Kini saatnya PDI Perjuangan menjadi pemenang di Kabupaten Mimika karena PDI Perjuangan merupakan satu satunya partai yang pro terhadap rakyat. Kader PDIP selalu ada di dalam duka maupun senang. Karena itu pada tanggal 17 April 2019 jangan lupa coblos Nomor Urut 1 dari PDI Perjuangan,” ajak Husyen.

Untuk Pemilu Legislatif di Kabupaten Mimika terdapat enam dapil. Dapil 2 yang merupakan dapil dari Caleg HUSYEN.AL yang meliputi, Kelurahan Sempan, kelurahan Pasar Sentral, Kelurahan Otomona, Kelurahan Perintis, Kelurahan Timika Indah, Kelurahan Dingo Narama, Kelurahan Wanagon dan Kelurahan Nayaro. (reg)

share on:

Leave a Response